Jumat, 03 Agustus 2018

50 Jawaban Mengapa dalam Diskusi kita Harus Melakukan Hal-Hal Ini, Berikut Jawabannya

50 Jawaban Mengapa dalam Diskusi kita Harus Melakukan Hal-Hal Ini, Berikut Jawabannya
Sobat muda sekalian tulisan yang kaka guru beri judul  50 Jawaban Mengapa dalam Diskusi kita Harus Melakukan Hal-Hal Ini, Berikut Jawabannya; merupakan postingan lanjutan dari tulisan sebelumnya yang berjudul, peran dan tugas pemateri, moderator, notulis, dan peserta dalam diskusi.

Nah supaya sobat muda sekalian lebih paham lagi tentang diskusi; kaka guru sarankan baca dulu tulisan yang pertama. Lihat di sini, jika sobat muda ingin membacanya kembali. Jika sudah membacanya mari kita mulai belajar tentang materi diskusi, bagian kedua.

Setelah pelajaran ini berakhir, kaka guru berharap sobat muda sekalian dapat memahami hal-hal sebagai berikut:

1.     Tahu salam pembukaan yang benar dalam forum resmi.
2.     Tahu alasan mengapa seorang moderator harus menjelaskan topik yang dibahas.
3.     Tahu alasan mengapa seorang moderator harus menyampaikan aturan-aturan dalam diskusi sebelum diskusi itu dimulai.
4.     Tahu alasan mengapa seorang pemateri harus diperkenalkan latar belakang pendidikannya.
5.     Tahu alasan mengapa harus ada notulen dalam sebuah diskusi.
6.     Tahu alasan mengapa dalam diskusi seorang notulen harus membacakan kembali hasil diskusinya.
7.     Tahu alasan mengapa di bagian akhir dalam diskusi seorang moderator harus menyampaikan ucapan terima kasih dan permintaan maaf.
8.     Atau sobat muda ada pertanyaan yang lain ..............? silahkan disampaikan lewat grup kelas atau bisa langsung komentar di kolom komentar.
Tulisan ini akan selalu diperbaharui setiap saat jika ada pertanyaan seputar diskusi; baik dari sobat muda sekalian maupun sahabat pembaca. Oleh karena itu, jangan salah paham tentang judul (50 Jawaban....); maksud kaka guru hanyalah ingin membahas topik tentang diskusi sampai tuntas.  
Sekarang kaka guru akan bahas satu persatu poin-poin di atas.

Kaka guru salam pembukaan yang benar itu seperti apa?

Sobat muda sekalian sebelum kaka guru menjawab pertanyaan tentang salam pembukaan yang benar itu seperti apa. Pertama-tama kaka guru ingin jelaskan tentang struktur pembicaraan. Kaka guru tidak akan jelaskan panjang lebar tentang struktur pembicaraan, karena terkait struktur akan diulas secara terpisah. Saat ini kaka guru hanya menjelaskan secara singkat supaya sobat muda paham inti dari pertanyaan tentang salam pembukaan.

Nah tanpa berlama-lama lagi berikut struktur pembicaraan yang paling umum.
1.     Pembukaan
2.     Isi
3.     Penutup

Di atas adalah struktur pembicaraan secara formal seperti pidato, kotbah, debat, dan lain sebagainya; termasuk salam pembuka yang dilakukan oleh seorang moderator. Secara singkat salam pembukaan bisa dimaknai sebagai pembicaraan awal sebelum seseorang menyampaikan isi pembicaraan yang sebenarnya.  


Contoh:

1.     Selamat siang (disesuaikan dengan situasi)...(Umum)
2.     Salam sejatera.... (Umum)
3.     Shallom..... (Kristen)
4.     Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh... (Islam)
5.     Om swastiastu...(Hindu)
6.     Namo Buddhaya.... (Buddha)


Contoh lengkapnya sebagai berikut:

Versi Umum

Selamat siang dan salam sejatera. Bapak, ibu, saudara-saudari, dan seluruh hadirin yang berbahagia........ (atau terhormat, dan lain sebagainya, disesuaikan dengan situasi).


Versi Agama

Shallom, bapak, ibu, saudara-saudari yang dikasih Tuhan kita Yesus Kristus....
Nah sobat muda sekalian, sekarang kaka guru akan menjawab pertanyaan tentang salam pembukaan yang benar itu seperti apa.

Jawaban kaka guru seperti ini, salam pembukaan yang benar yaitu disesuaikan dengan situasi. Misalnya si A adalah seorang Gubernur, agamanya adalah Kristen, saat hendak menyampaikan pidato di depan ibu-ibu pengajian yang notabenenya adalah muslimah, maka secara etika komunikasi publik, si A tersebut harus menyampaikan salam versi muslim, seperti Asssalamualaikum Aarahmatullahi Wabarokatuh demikian juga sebaliknya.

Intinya seorang pembicara publik harus menyesuaikan dengan siapa yang bersangkutan berbicara.
Jadi dapat dikatakan suatu pembicaraan (fokus ke salam pembuka) dikatakan benar apabila seorang pembicara tahu dengan siapa dia berbicara dan dalam situasi apa.

Kaka guru mengapa seorang moderator harus menjelaskan topik pembicaraan?

Sobat muda sekalian, tujuannya adalah supaya peserta fokus pada pokok persoalan yang akan dibicarakan; dan sebagai topik perantara, di antara pembuka dan isi.

Contoh

Selamat siang hadirin sekalian... (pembukaan); pada siang hari ini kita akan membahas tentang .... (sebutkan topik). Pembahasan tentang,... (sebutkan kembali topiknya) akan dijelaskan oleh bapak..., kepada bapa... dipersilahkan... (masuk isi).

Versi lengkapnya sebagai berikut:

Selamat siang hadirin sekalian, pada siang hari ini kita akan membahas tentang penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam komunikasi lisan. Pembahasan tentang penggunaan Bahasa Indonesia ragam lisan, akan dijelaskan oleh bapak Jems Karakabu, M.Pd; kepada bapak Jems Karakabu kami persilahkan....(masuk ke isi).

Jadi sobat muda sekalian, harapannya setelah moderator menjelaskan topik peserta menjadi fokus, “oh sekarang kita akan bahas tentang Bahasa Indonesia ragam lisan”; sekaligus sebagai pertanda pembicaraan telah dimulai. Demikian jawaban kaka guru sobat muda sekalian.

Kaka guru mengapa seorang moderator harus menjelaskan aturan-aturan dalam diskusi sebelum diskusi dimulai?

Sobat muda masih ingat pengertian diskusi?; pada pelajaran tentang peran dan fungsi pemateri, moderator, dan notulen dalam diskusi. Di situ kaka guru katakan diskusi adalah suatu proses yang teratur antara peserta dikusi untuk menghasilkan suatu kesimpulan yang sama.*

Jadi suatu diskusi bisa saja menjadi ajang debat kusir atau saling hujat jika tidak ada aturan sebagai dasar acuan untuk seluruh peserta diskusi. Alasannya setiap orang yang hadir dalam diskusi memiliki sudut pandang, latar belakang pendidikan yang berbeda, budaya yang berbdeda, dan lain sebagainya yang berbeda. Jika tidak ada aturan sobat muda bisa bayangkan seperti apa jadinya?.  Oleh karena itu, aturan dibuat supaya diskusi teratur. Harapannya supaya kesepakatan bersama bisa tercapai. Demikian jawaban kaka guru.

Kaka guru mengapa latar belakang pendidikan seorang pemateri harus dijelaskan terlebih dahulu oleh moderator sebelum dikusi dimulai?

Sobat muda, jam pelajaran sudah selesai. Jadi pertanyaan ini akan dijawab pada sesi berikutnya... atau sahabat pembaca mau menjawabnya... ???
Silahkan!

Kita berdikusi secara ilmiah. Kritik boleh (justru saya mengharapkan), saran dengan senang hati akan diterima. Tetapi menghujat apalagi pembicaraan tanpa solusi berharap tidak hadir di ruang baca blog sederhana ini. Salam Damai.


DAFTAR PUSTAKA

Moh. Uzer Usman, 2008, Strategi Pembelajaran, Jakarta : Erlangga
Sumber gambar: http://blog.unnes.ac.id/sugengw/

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner