Sabtu, 01 September 2018

Konsep dan Fungsi Pembicara 1, 2, dan 3 dalam Debat Perlementer Asia

Konsep dan Fungsi Pembicara 1, 2, dan 3 dalam Debat Perlementer Asia
Sobat muda sekalian sesi ini kita akan bahas tentang debat. Setelah pelajaran ini berakhir kaka guru berharap sobat muda memahami dua hal. Pertama apa itu debat, kedua tugas pendebat itu apa saja?

Sebelum kaka guru menjelaskan apa itu debat dan tugas-tugas para pendebat. Perlu kaka guru sampaikan terlebih dahulu bahwa fokus pembahasan kita kali ini adalah debat perlementer asia.

Apa itu perlementer asia?, tidak akan dibahas pada ulasan ini, sebab kaka guru hanya fokus pada tataran praktis bukan teori debat. Supaya pemahaman sobat komprehensif di bagian akhir tulisan ini kaka guru akan memberikan link rujukan pada blog kaka guru yang lain.

Untuk apa kaka guru?


Supaya sobat muda tahu praktiknya seperti ini karena ada landasan teorinya. Kurang lebih seperti itu maksud kaka guru.

Baiklah sobat muda sekalian, langsung saja kita bahas apa itu debat?

Debat secara sederhana kaka guru maknai sebagai cara kita mempengaruhi orang lain untuk mengikuti apa yang kita inginkan.

Batasan yang kaka guru berikan di atas mengandung tiga kata kunci sobat muda. Kata kunci pertama adalah cara, kata kunci kedua adalah mempengaruhi, dan kata kunci yang terakhir adalah mengikuti.

Apa itu cara kaka guru?


Nah cara yang kaka guru maksudkan di sini adalah melalui keterampilan berbicara yang argumentatif. Jadi supaya bisa mempengaruhi orang lain maka pembicaraan kita harus mengandung argumentasi yang logis.

Bingungkan? Hehehe,


Baiklah kaka guru akan kasih contoh.

Satu tambah satu kebanyakan orang akan mengatakan dua. Nah sobat muda katakan sebelas; bukan dua.

Argumentasinya seperti apa?

Lihat gamabar
Konsep dan Fungsi Pembicara 1, 2, dan 3 dalam Debat Perlementer Asia

Bukankah gambar di atas menunjukan angka 11?

Jadi masihkah sobat muda sekalian katakan dua?

Itulah yang kaka guru maksudkan bahwa debat sebagai CARA mempengaruhi orang lain. Jika sobat muda mengikuti lomba debat argumentasinya seperti ini maka sudah dipastikan juri akan memberi poin setengah (50).

Nah kaka guru supaya seratus bagaimana?


Supaya seratus sobat muda harus memberikan argumentasi yang merujuk pada bukti. Contohnya sebagai berikut:

Dalam buku A ditulis oleh profesor B mengatakan “.......”. Dari paparan tersebut maka bisa dimakni sebagai “.......”

Redaksi lengkapnya seperti ini;


Dalam buku Matematika karangan Martin Karakabu, M.Pd; pada halaman 6 paragaraf kedua mengatakan suatu bilangan apabila tanpa sama dengan (=); maka bilangan tersebut tidak bisa dimaknai sebagaimana arti yang sesungguhnya dalam ilmu matematika. Apabila ditandai dengan simbol (=) atau pernyataan sama dengan barulah bilangan tersebut merujuk pada makna lugas dari ilmu matematika. 

Dengan demikian maka bisa disimpulkan bahwa satu tambah satu adalah sebelas karena tidak disertai dengan simbol (=); atau pernayataan sama dengan. Oleh karena itu, kami tim oposi menolak argumentasi tim pemerintahan yang mengatakan satu tambah satu adalah dua.

Alasan penolakan kami. Pertama argumentasinya tidak logis, kedua tidak bisa memberikan refrensi yang cukup meyakinkan kami bahwa argumentasi tim lawan memiliki dasar keilmuan yang mumpuni.

Demikian argumentasi tim kami, selanjutnya kami kembalikan kepada moderator.

Jadi sobat muda sekalian debat adalah cara kita mempengaruhi orang lain supaya orang tersebut mengikuti apa yang kita inginkan. Cara kita mempengaruhi orang lain supaya orang lain ikut; pertama argumentasi harus logis dan kedua argumentasi yang disampaikan harus disertai dengan bukti ilmiah yang mendung.
**
Oh ya sobat muda sekalian. Di atas HANYA CONTOH argumentasi yang logis; jadi jangan kerjakan PR matematika sobat muda gunakan silogisme yang kaka guru sampaikan.

Intinya di sini adalah sobat muda sesuaikan dengan situasi dan kondisi, jika belajar matematika maka gunakan prinsip-prinsip pembelajaran matematika. Jika pelajaran Bahasa Indonesia; dan kebetulan materi debat sobat muda bisa gunakan silogisme yang kaka guru beri contoh di atas. Tetapi ingat harus disesuaikan dengan mosi debat ya...

Kesimpulan


Untuk memenangkan suatu perlombaan debat hal yang harus kalian siapkan adalah argumentasi yang logis dan bukti yang mendukung.
Konsep dan Fungsi Pembicara 1, 2, dan 3 dalam Debat Perlementer Asia

 ***
Bagaimana sudah paham belum apa yang dimaksud dengan debat? Kalau belum paham sobat muda bisa baca teorinya di sini (Link tersebut menuju blog saya yang lain).
***
Sudah paham kaka guru.

Bagus!

Kalau sudah paham mari kita lanjutkan dengan membahas tentang bagian yang kedua, yakni tugas pendebat itu apa saja.

Sebelum kita bahas bagian yang kedua, perlu kaka guru jelaskan bahwa dalam debat perlementer asia terdiri dari dua tim. Yaitu tim pro dan tim kontra. Dalam berbagai buku Bahasa Indonesia disebut tim pemerintahan dan tim oposisi; pada hakekatnya sama maknanya, yaitu tim yang mendukung mosi dan tim yang menolak mosi.

Dua tim tersebut, masing-masing terdiri dari tiga orang pembicara. Disebut pembicara pertama, pembicara kedua, dan pembicara ketiga. Jadi jika ada dua tim berarti ada 6 orang pembicara. Tiga dari tim pro atau tim pemerintahan, tiga orang lagi dari tim kontra atau tim oposisi.

Apa tugas-tugas mereka kaka guru?


Ini tugas – tugas pendebat, simak dengan baik.

Tugas pembicara pertama tim pro dalam debat

1.    Memberi salam dan menyapa,
2.    Memperkenalkan diri dan tim,
3.    Mendefinisikan mosi dan membuat batas argumentasi,
4.    Membangun argumentasi,
5.    Menutup sesi pertama.

Tugas pembicara pertama tim kontra dalam debat

1.    Memberi salam dan menyapa,
2.    Memperkenalkan diri dan tim,
3.    Menyanggah argumentasi tim lawan,
4.    Membangun argumentasi sesuai dengan kontruksi berpikir tim oposisi,
5.    Menutup sesi pertama.

Tugas pembicara kedua tim pro dalam debat

1.    Sapa salam,
2.    Menyanggah argumentasi tim lawan (fokus pada bukti kongkrit),
3.    Menguatkan argumentasi pembicara pertama tim pro,
4.    Menutup sesi kedua.

Tugas pembicara kedua tim kontra dalam debat

1.    Sapa salam,
2.    Menyanggah argumentasi tim lawan (Fokus pada bukti kongkrit),
3.    Menguatkan argumentasi pembicara pertama tim kontra,
4.    Menutup sesi kedua.

Tugas pembicara ketiga tim pro dalam debat

1.    Sapa salam,
2.    Menyanggah argumentasi tim lawan, (fokus hanya pada bagian-bagian yang belum ditanggapi oleh pembicara pertama dan pembicara kedua),
3.    Memberi contoh kongkrit yang belum dibahas oleh pembicara kedua tim pro (maksud kaka guru contoh yang lain),
4.    Merangkum pembicara pertama dan kedua tim pro; kemudian memberi penguatan (penekanan pada bagian yang unggul).

Poin keempat ini sudah termasuk pidato penutup, apabila panitia lomba tidak memberikan kesempatan pidato penutup.

5.     Menutup sesi debat dari tim pro

Tugas pembicara ketiga tim kontra dalam debat

1.    Sapa salam,
2.    Menyanggah argumentasi tim lawan, (fokus hanya pada bagian-bagian yang belum ditanggapi oleh pembicara pertama dan pembicara kedua),
3.    Memberi contoh kongkrit yang belum dibahas oleh pembicara kedua tim pro (maksud kaka guru contoh yang lain),
4.    Merangkum pembicara pertama dan kedua tim pro; kemudian memberi penguatan (penekanan pada bagian yang unggul),

Poin keempat ini sudah termasuk pidato penutup, apabila panitia lomba tidak memberikan kesempatan pidato penutup,

5.  Menutup sesi debat dari tim kontra.

Demikian sobat muda sekalian sesi tentang apa itu debat, dan tugas-tugas para pendebat. Kaka guru paham sampai di sini sobat muda akan katakan, “kaka guru kasih dong”. Tenang sudah disiapkan, lihat DI SINI.

***

Jika sobat muda ingin lihat teorinya DI SINI
Jika sobat muda ingin lihat contoh secara keseluruhan DI SINI

Catatan Tambahan


Saran kaka guru lihat dulu rujukan yang pertama karena itu lanjutan dari tulisan ini. Jika sobat muda lihat rujukan yang kedua dan ketiga bagus juga tetapi linknya menuju pada blog kaka guru yang lain. Jadi terserah, mau pilih yang mana@
-Salam-


NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner