Rabu, 07 November 2018

Contoh Pembicara Pertama Tim Pro dalam Lomba Debat Bertema Ekonomi dan Pendidikan

Contoh Pembicara Pertama Tim Pro dalam Lomba Debat Bertema Ekonomi dan Pendidikan
SMA Kanaan Jakarta Juara Umum lombat debat KKG
tahun 2017/dok pribadi

Sobat muda, dalam lomba debat peran seorang pembicara pertama (pro atau kontra) sangat penting bagi tim.

Mengapa penting?;

Karena pembicara pertama adalah start awal untuk memberi kesan positif pada juri; dan struktur berpikir tim secara keseluruhan. Oleh karena itu, jika pembicara pertama sejak awal sudah salah, atau tidak memberi kesan yang ‘wah’ pada juri maka selanjutnya akan menjadi pertanda buruk bagi pembicara dua dan tiga.

Supaya hal tersebut tidak terjadi maka kaka guru membantu sobat muda sekalian dengan contoh kongkrit; hal-hal apa saja yang harus disampaikan oleh pembicara pertama dalam debat.

Lihat contoh pembicara pertama dalam debat berikut:  

Pembicara Pertama Tim Pro dengan Mosi Debat Ekonomi lebih Penting daripada Pendidikan

Selamat siang dan salam sejatera;

Hadirin dan dewan juri yang terhormat;

Perkenalkan kami dari SMTK Bethel Jakarta, saya Yemima Pasulu sebagai pembicara pertama. Tugas saya membangun kontruksi berpikir tim secara keseluruhan; membatasi mosi, dan memberi batasan-batasan argumentasi sesuai dengan kontruksi berpikir tim kami.

Pembicara dua saudari Peatra, tugasnya menanggapi pernyataan lawan, dengan memberi contoh-contoh kongrit, maupun data yang sesuai untuk mendukung argumentasi tim kami.

Terakhir saudara David Benyamin sebagai pembicara ketiga. Tugasnya adalah menanggapi pernyataan lawan yang belum ditanggapi oleh pembicara kedua; dan merangkum keseluruhan alur berpikir tim kami, mulai dari pembicara pertama, kedua, dan ketiga.

Hadirin dan dewan juri yang terhormat.

Mosi yang diperdebatkan pada siang hari ini adalah ekonomi lebih penting daripada pendidikan; mosi tersebut mempunyai tiga kata kunci.
-Pertama Ekonomi;
-Kedua lebih;
-dan terakhir atau ketiga pendidikan.

 Ekonomi adalah urat nadi dari kehidupan manusia, tanpa ekonomi kehidupan manusia, termasuk sektor pendidikan tidak akan berjalan maksimal.

Supaya pembahasan tentang ekonomi skupnya tidak meluas maka kami batasi pada sektor ekonomi domestik, artinya jika tim lawan menanggapi pernyataan kami dengan mengaitkan ekonomi global, seperti pasar saham, bursa efek, dan lain sebagainya maka kami tidak akan menanggapi, sebab batasan argumentasi kami soal ekonomi hanya pada ekonomi domestik.

Dewan juri yang terhormat,

Kata kunci yang kedua adalah ‘lebih’, konteks lebih yang kami maksudkan disini adalah skala prioritas; apabila tim lawan memahami pernyataan kami dengan mengatakan pendidikan lebih penting daripada ekonomi maka kami nyatakan salah, sebab kami tim pemerintahan tidak mengatakan ekonomi lebih penting atau sebaliknya. Melainkan ekonomi harus menjadi prioritas utama.

Terakhir adalah pendidikan, pendidikan yang kami maksudkan pada mosi ini adalah pendidikan formal di Indonesia. Apabila tim lawan menanggapinya di luar itu, misalnya pendidikan dalam keluarga atau sektor pendidikan non formal yang lain maka kami dengan tegas menyatakan itu di luar konteks pembahasan.
Jadi parameter berpikir tim pemerintah sesuai dengan mosi ini adalah, ekonomi harus mendapatkan perhatian lebih apabila ingin mengenyam pendidikan formal yang lebih baik di Indonesia.

Ada dua alasan utama mengapa parameter yang kami sebutkan di atas menjadi penting.

Pertama orang meninggal saja butuh duit.
Ini logika sederhana, orang meninggal tentunya dalam konteks kemanusiaan dan religius; yang bersangkutan membutuhkan kain kafan, peti, dan lain sebagainya. Artinya peran ekonomi menjadi penting, termasuk orang yang sudah meninggal sekalipun.

Sama halnya dengan pelajar Indonesia, mereka membutuhkan uang  untuk membayar SPP, membeli alat sekolah, maupun kebutuhan-kebutuhan yang lain.

Apakah tanpa biaya orang bisa sekolah?

Saya paham sampai di sini, tim lawan akan mengatakan, ada beasiswa, KJP, maupun semangat juang untuk maju.

Jika dasar pemikirannya seperti itu maka mari kita berdebat berbasis data.
Kurang lebih 27.000 pelajar di Indonesia; yang mendapatkan KJP hanya 9.000 artinya yang lain masih membutuhkan peran ekonomi untuk mengenyam pendidikan formal.

Jika argumentasinya adalah semangat untuk maju, maka pertanyaan retorisnya adalah; apakah kita bisa beli buku hanya modal semangat?.

Tentunya tidak, buku itu dibeli dengan uang, menyoal tentang uang maka erat kaitannya dengan ekonomi. Tidak akan bisa membeli buku dengan modal semangat, karena semangat bukanlah nilai tukar yang berlaku di Indonesia, melainkan sebuah dorongan yang hadir dari dalam diri, dan itu abstak sifatnya.

Kedua ketidakterdugaan dalam pendidikan
Maksud dari poin ini adalah hal-hal negatif yang mungkin bisa saja terjadi selama mengenyam pendidikan formal. Misalnya saat anda ke sekolah suatu musibah terjadi, anda tentu ke rumah sakit. Otomatis anda tidak bersekolah, supaya bisa lanjutkan sekolah maka peran ekonomi menjadi penting, berobat ke rumah sakit.

Menyoal tentang rumah sakit itu bicara uang dan uang itu berhubungan dengan ekonomi, bukan pendidikan.

Jadi kita tidak bisa menafikan peran penting dan amat sentral dari ekonomi untuk keberlangsungan hidup umat manusia, termasuk ekonomi yang dikaitkan dengan pendidikan. Semua itu bisa terjadi jika ekonomi menjadi skala prioritas.

Dewan juri dan hadirin yang terhormat, demikian batasan dan argumentasi awal tim kami.

Ikan batu di atas bara,
Pohon selasih di tepi kota,
Pikiran buntu keadaan sengsara,
Bila ekonomi tidak diberdaya.

Sekian dan terima kasih, selanjutnya saya kembalikan kepada moderator.
***
Sobat muda sekalian, demikian contoh pembicara pertama tim pro dalam lomba debat bertema ekonomi. Semoga bermanfaat dan membantu pembaca sekalian.

Baca juga:


Notes:
Contoh teks debat pembicara pertama tim pro di atas, secara struktur ada beberapa hal teknis yang harus sobat muda ketahui; apabila sobat muda membutuhkan penjelasan lebih lanjut dari teks ini, silakan klik di sini.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner