Sabtu, 17 November 2018

Penjelasan Lengkap Tentang Makna Kias dalam Bahasa Indonesia, Disertai dengan Contoh Soal Ujian Nasional dan Pembahasannya.

Penjelasan Lengkap Tentang Makna Kias dalam Bahasa Indonesia, Disertai dengan Contoh Soal Ujian Nasional dan Pembahasannya.
Sobat muda, hari ini kita akan bahas tentang makna kias. Makna kias atau dikenal dengan sebutan kata konotatif merupakan bagian dari pelajaran Bahasa Indonesia.

Kaka guru apa itu makna kias?.

Makna kias adalah kata yang maknanya tidak ada di dalam kamus Bahasa Indonesia. Maksudnya kata tersebut dalam KBBI artinya berbeda dengan yang ditulis dalam kalimat.

Contoh

Kembang desa itu dikejar-kejar oleh seluruh pemuda di desanya”

Kata kembang yang dimaksudkan dari kalimat di atas bukan berarti bunga atau kelopak bunga yang tumbuh di desa, melainkan sebutan untuk gadis desa yang lahir dan besar di desa. Sangking cantiknya  gadis desa tersebut, akhirnya banyak pemuda desa yang naksir (baca: suka). Kira-kira seperti itu maknanya sobat muda.

Sobat apakah ada pertanyaan?

Ada!!!

Begini kaka guru, bisa jadi yang dimaksudkan penulis tidak seperti itu, melainkan sesuai dengan apa yang ditulis.

Misalnya

“Kembang desa itu dikejar-kejar oleh seluruh pemuda di desanya”

Bisa jadi benar-benar ada kembang (baca: bunga makna sebenarnya); yang karena kekuatan gaip bisa terbang dan dikejar oleh pemuda desa.

Bisa sajakan seperti itu?

Baiklah kaka guru akan jawab.

Hal seperti itu bisa saja terjadi, namun tips untuk memahami kata-kata yang mengandung makna kias atau simbolik sebagaimana contoh di atas. Berikut tipsnya.

Pertama Lihat konteks kalimat.

Jika diartikan secara lugas (makna sebenarnya) muncul keanehan (maksudnya kalimatnya jadi aneh), maka kemungkinan besar kalimat tersebut mengandung kata kias. Oleh karena itu, carilah makna dibalik kisan tersebut apa.

Catatan tambahan:

Bagian ini kaka guru mohon kepada sobat muda sekalian untuk membedakannya dengan kalimat ambigu.

Contoh: Guru baru datang.

Kalimat tersebut ambigu, letak ambigunya adalah guru yang dimaksudkan, apakah seorang guru yang sudah lama mengajar dan baru datang, ataukah guru baru, dan beliau datang.

Ini dua hal yang berbeda dengan penjelasan kaka guru sebelumnya terkait makna kias.


Kedua Periksa apakah kata tersebut mengandung makna yang bisa dipahami secara logika (parameternya adalah kelogisan).

Baca lebih lanjut penjelasan berikut ini.

Aku sudah mencium ada yang tidak beres dari kekagalan program ini

1.    Sangat tidak logis jika hanya mencium dengan hidung, seseorang dapat mengetahui ada yang tidak beres dari suatu program. Padahal pernyataan tersebut seharusnya melalui pengamatan terperinci dan kajian yang mendalam.

2.    Sehingga kata mencium di atas; artinya  bukan merasakan kegagalan suatu progam dengan menggunakan hidung. Jika sobat muda memahami mencium adalah suatu upaya untuk mengetahui kegagalan suatu program maka kaka guru katakan sangat tidak logis.

Yang benar dari konteks kalimat bermakna kias di atas adalah sebagai berikut:

Mencium yang dimaksudkan adalah mengidentifikasi sesuatu secara mendalam; 
dari kiasan tersebut, kata “mencium” yang dimaksudkan adalah secara mendalam menemukan atau mengidentifikasi adanya persoalan serius dari gagalnya suatu program.

Jika kalimat bermakna kias di atas dibuat menjadi makna lugas maka akan seperti ini;

Aku sudah mendalami dan menemukan fakta bahwa ada yang tidak beres dari kegagalan program ini.
**
Makna kias dalam pelajaran Bahasa Indonesia sering dijumpai pada pelajaran tentang puisi, pantun, majas dan sastra secara menyeluruh.

Kesimpulan:

1.    Makna kias dalam pelajaran Bahasa Indonesia disebut juga makna konotatif.

2.    Makna konotatif merupakan makna kata yang tidak terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

3.    Untuk memahami arti kata kias atau makna konotatif, ada dua hal yang dilakukan; pertama lihat konteks kalimat, kedua periksa apakah kata yang terdapat dalam kalimat tersebut bisa dipahami secara logika.

4.    Kata kias sering dijumpai dalam pelajaran Bahasa Indonesia; secara khusus pada materi tentang puisi, peribahasa, majas, pantun dan sastra secara umum .
***
Soal Ujian Nasional (UN) Bahasa Indonesia

Sobat muda sekalian, selanjutnya mari kita lihat soal Ujian Nasional (UN) Bahasa Indonesia yang berhubungan dengan makna kias dan kata simbolik.

Perhatikan puisi berikut!

Walau kita saling bertemu
Diantara orang-orang yang melawat di kubur itu
Di sela-sela suara biru
Bencah-bencah kelabu dan ungu

Makna suara biru dalam puisi tersebut adalah,...
A.   Penderitaan
B.   Jeritan,
C.   Tangisan,
D.   Nyayian,
E.   Teriakan,

Jawabannya C

Penjelasan:

Sobat muda, puisi tersebut berisi pertemuan antara dua orang di pemakaman. Di sela-sela pertemuan tersebut sering terdengar suara biru. Makna suara biru yang berhubungan dengan latar tempat pemakaman adalah tangisan. Suara tangisan orang-orang yang berduka cita biasanya terdengar di pemakaman. Jadi suara biru yang dimaksudkan adalah tangisan.

Latihan Soal

Bagian ini kaka guru minta sobat muda mengerjakan dua soal berikut. Jawabanya sudah ada, yang sobat muda kerjakan adalah, berikan alasan mengapa jawaban tersebut benar.

Catatan:
Latihan soal ini diperuntukan bagi siswa-siswi SMTK Bethel Jakarta

1.    Kelompok kata yang mengandung makna kias adalah, kecuali...
A.   Mata sapi
B.   Mata duitan
C.   Mata hati
D.   Mata air
E.   Air mata buaya.

Jawabannya: A

Penjelasan: ....

2.    Melakukan pekerjaan yang sia-sia, bisa dinyatakan dengan peribahasa....
A.   Pucuk dicinta ulam tiba,
B.   Esa hilang dua terbilang,
C.   Menegakkan benang basah,
D.   Bagaikan telur di ujung tanduk,
E.   Berat sama dipikul ringan sama dijinjing,

Jawabannya: C

Penjelasan:

Sumber Refrensi:
1.        Buku Bahasa Indonesia kelas XII karangan Meita Sandara Santhi dan Uti Darmawati (Santhi & Darmawati, 30: 2017) yang diambil contoh soal.
2.       http://guru-bahasa-indonesia.blogspot.com/2016/01/menentukan-kata-yang-bermakna-simbolik.html, (diakeses, Sabtu, 17/11/2018; jam 19.00 WIB) karya intlektual yang dikutip adalah contoh kata kias  “Kembang desa itu dikejar-kejar oleh seluruh pemuda di desanya”
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner