Richard Tobing Siswa SMATK Bethel Jakarta yang Cerdasnya Beda

Sobat muda sekalian, orang cerdas itu mempunya identitas yang mencirikan kecerdasannya. Bisa dari penampilannya, bisa dari gaya bicara, bisa juga melalui keaktifannya di sekolah.

Itu yang kaka guru amati, selama 3 tahun mengajar di SMP Negeri 1 Fef Papua Barat, dan 5 Tahun mengajar di SMA Kanaan Jakarta. Namun kecerdasan tidak bisa dipandang sebatas itu.

Ada kecerdasan yang tidak terlihat.

Maksud kaka guru ialah, yang bersangkutan tidak menunjukan kecerdasan lahiriah (nampak dari luar), sebagaimana kaka guru uraikan di atas. Namun hasil akhir menunjukan yang bersangkutan memang cerdas.

Sobat kita yang satu ini adalah bukti nyata dari pernyataan kaka guru di atas.
Namanya Richard Tobing, anak Medan yang lahir dan besar di Balikpapan, Kalimantan Timur. Saat ini sedang mengenyam pendidikan di Seminari Menengah Teologi (SMTK) Bethel Jakarta.
Richard Tobing Siswa SMATK Bethel Jakarta yang Cerdasnya Beda oleh Martin Karakabu
Richard Tobing, Siswa SMTK Bethel Jakarta
Selama kaka guru mengajar di SMTK Bethel Jakarta, remaja putra kelahiran Mei 2003 ini tidak menunjukan kecerdasan yang lahiria; seperti anak-anak pintar pada umumnya.

Bagi Richard kecerdasan yang sebenarnya ada pada hasil akhir,bukan yang nampak dari luar.

Hal ini ia buktikan dengan memperoleh nilai 95 pada ujian semseter 1 Bahasa Indonesia di SMTK Bethel Jakarta.

Mengenai tingkat kesulitan soal kita abaikan sejenak, karena siswa paham apa yang kaka guru jelaskan itu yang menjadi fokus kaka guru dalam mengajar. Paramater yang diukur adalah bisa mengerjakan soal dan bisa mempraktikannya.

Anak Medan ini mampu melakukan hal itu, bahkan nilainya sama dengan rekan sekelasnya yang secara lahiriah menunjukan kecerdasannya.  

Artinya apa sobat muda sekalian?
Kecerdasan seseorang tidak bisa diukur dari penampilan luarnya saja.
Sobat muda sekalian, yang bisa kita pelajari dari sobat Richard Tobing ada tiga hal.
1.   Jangan pernah menilai seseorang dari penampilan luarnya saja karena penampilan luar bisa membohongi mata.

2.   Biar orang lain mengatakan hal negatif tentang anda, tidak perlu membalas dengan kata-kata yang sama. Cukup beri bukti dan si penghujat akan diam.

3.   Jangan pernah menjadi hakim bagi orang lain selama engaku tidak tahu kualitas orang itu yang sebenarnya.

Demikian tentang sobat kita yang satu ini.

Richard Tobing siswa SMATK Bethel Jakarta yang cerdasnya beda. Mari kita belajar agar menjadi pembeda dengan karya nyata bukan teori.

Jangan lupa baca juga inspirasi yang sama dari sobat kita di SMA Kanaan Jakarta.


Jakarta, 30 Desember 2018, Jam 11.00 WIB
Menunggu pergantian tahun, 2018 ke 2019.

Martin Karakabu
Admin blog Kaka Guru

0 Response to "Richard Tobing Siswa SMATK Bethel Jakarta yang Cerdasnya Beda"

Posting Komentar

Iklan Kotak Pencarian Google

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Kaka Guru Martin

Iklan Bawah Artikel