Kamis, 07 Maret 2019

Pantaskah Pemberian Gadget Pada Anak?, Ditulis oleh Felly Zefanya Siswi Kelas X SMTK Bethel Jakarta


Menyoal tentang gadget dan anak seperti dua keping mata uang, satu dan tidak terpisahkan. Di sisi yang lain orang tua harus bekerja semantara pada bagian yang lain anak menangis. Solusi alternatif yang lazim dilakukan oleh orang tua zaman now adalah pemberian gadget pada anak.
Dikira anak diam karena bermain game lantas persoalan selesai, sama sekali tidak menurut penulis.

Sebelumnya penulis sampaikan pernyataan ini sebenarnya tidak pantas karena penulis pun masih berada pada bangku SMA kelas X. 

Artinya penulis pun masih masuk dalam kategori anak. Namun melihat maraknya masalah ini izinkan saya untuk beropini sekaligus belajar menulis. Apresiasi juga untuk pak Martin guru Bahasa Indonesia saya karena beliau memberi kesempatan untuk saya beropini pada tataran normatif yang saya bisa.

Seharusnya

Idealnya, orang yang pantas untuk memakai gadget adalah orang – orang yang sudah bisa dibilang dewasa. 

Dewasa dalam arti mereka yang perlu untuk menggunakan gadget dan bisa bijak dalam menggunakan gadget. Namun faktanya, banyak anak – anak zaman sekarang bahkan bayi pun sudah memakai gadget. Padahal umurnya masih belum bisa untuk bijak dalam mempergunakan gadget.

Siapa yang tidak kenal Bill Gates? Dia adalah pencipta teknologi modern. Jika berbicara teknologi, tentunya Bill Gates yang paling tahu apa yang baik dan apa yang tidak. Dalam sebuah wawancara yang di Tenplay, ia menegaskan bahwa anak seharusnya tidak diperbolehkan menggunakan gadget sebelum 14  tahun, karena bisa berdampak buruk bagi anak.

Berikut ini merupakan permasalahan yang timbul akibat penggunaan gadget yang terlalu dini :

1.   Anak bisa terpapar pengaruh buruk dari internet, juga rentan menjadi korban predator yang berkeliaran di internet atau bullying di dunia digital.

2.   Memengaruhi perkembangan otak anak.

3.   Membuat anak menjadi malas bergerak, sehingga sistem motoriknya lamban untuk berkembang.

4.   Memengaruhi perkembangan kesehatan mental dan sosialnya. Anak yang kecanduan internet dan gadget tidak bisa bersosialisasi dengan baik, sehingga dia tidak memiliki teman bermain.

5.   Membuat anak ketergantungan terhadap gadget, sehingga dia tidak bisa mandiri dalam menyelesaikan masalah.

6.   Anak menjadi lamban dalam berpikir.

Poin satu sampai enam, bukanlah hasil penelitian ilmiah dari penulis. Melainkan hanya pandangan subjektifitas penulis. Ada juga beberapa diantaranya dilansir dari berbagai sumber. Baik media cetak, elektronik, maupun penelitian-penelitian terdahulu.

Meski diakui bahwa internet juga memiliki konten yang baik dan bagus untuk perkembangan anak. Namun, jika tidak selektif dan dibatasi, screentime yang berlebihan bisa berdampak buruk pada anak. Sebagai orang tua, kita harus berani tegas dalam menetapkan aturan terkait memberikan gadget pada anak. Meski anak mengeluh ini dan itu, anda harus tetap kuat menetapkan aturan itu.

Alm. Steve Jobs, menyatakan bahwa dia juga melarang anak – anaknya untuk menggunakan teknologi terbaru. Hal ini tentunya membuka mata kita, bahwa para pakar teknologi sendiri tidak membiarkan anak mereka terpapar oleh kecanggihan teknologi terlalu dini. Mereka membiarkan anaknnya tumbuh dengan normal, dan bersahabat dengan lingkungan sekitarnya.

Mari jadikan pelajaran untuk lebih tegas dalam peraturan penggunaan gadget pada anak kita dirumah

Sumber gambar: Pixabay.
Artikel Berikutnya Next Post
Artikel Sebelumnya Previous Post
Artikel Berikutnya Next Post
Artikel Sebelumnya Previous Post
 

Gratis