Jumat, 01 Maret 2019

Pendidikan Untuk Hidup Bukan Hidup Untuk Pendidikan oleh STEPHANIE C.K ROMBOT siswi Kelas X SMTK Bethel Jakarta

Ini adalah opini siswi kelas X SMTK Bethel Jakarta, dibuat sebagai tugas sekolah. Materi dari tugas ini bisa lihat pada postingan yang berjudul Guru Bangsa Begini Cara Mengajari siswa Menulis Opini, Dilengkapi dengan sharing pengalaman Saat Mengajarkan Materi ini di SMTK Bethel Jakarta.


Pendidikan Untuk Hidup Bukan Hidup Untuk Pendidikan oleh STEPHANIE C.K ROMBOT siswi Kelas X SMTK Bethel Jakarta


Pendidikan adalah hal yang penting, karena lewat pendidikan kita bisa memiliki bekal ilmu dalam menambah pengetahuan dan memperluas wawasan, melatih disiplin dan ketrampilan karena Indonesia adalah Negeri yang kaya akan sumber daya alamnya. Akan tetapi, untuk mengelola dan mengembangkan Sumber Daya Alam (SDA) tersebut agar bisa berkembang dan bemanfaat bagi banyak orang, maka butuh Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil untuk mengelolanya. Namun untuk menjadi SDM yang terampil, butuh bekal pendidikan untuk melengkapi ketrampilannya. Tetapi masalahnya, dunia pendidikan di tanah air masih kurang memadai untuk dijangkau oleh seluruh masyarakat Indonesia lebih khusus bagi masyarakat yang kurang mampu dan masyarakat yang berada di pelosok daerah terpencil.

Kurangnya perhatian dari pemerintah membuat masalah ini semakin kompleks, sehingga angka pengangguran di Indonesia semakin meningkat. Hal itu dapat kita lihat dari banyaknya generasi-generasi muda yang tidak bisa mengecap dunia pendidikan dan akhirnya banyak anak-anak usia sekolah yang harus dipaksa mencari nafkah dengan cara yang memprihatinkan seperti menjadi pengemis atau pengamen jalanan.

Pemandangan itu yang sering ditemukan bukan hanya di kota kecil saja, tetapi banyak ditemukan di kota-kota besar seperti di Ibu Kota Jakarta. Masalah kesenjangan sosial inilah yang membuat pendidikan di Indonesia masih belum bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. 

Sesuai isi UUD 1945 dan Dasar Negara kita Pancasila, bahwa setiap warga Negara Indonesia mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan kehidupan yang layak, adil dan makmur. Dengan memperoleh pendidikan yang baik, maka akan tercipta kehidupan yang layak bagi seluruh generasi muda. Namun untuk menerapkan hal itu, Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan hak-hak warga negaranya dengan melakukan pemerataan di setiap daerah lebih khusus pada kaum marginal yang berada di pelosok daerah terpencil, agar kesenjangan sosial tidak lagi menjadi hambatan untuk berkembangnya dunia Pendidikan di Indonesia.

Pada kenyataannya, Pendidikan masih menjadi sesuatu yang sulit dinikmati oleh kaum marginal yaitu masyarakat dengan strata ekonomi menengah kebawah dan masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.
Permasalahannya, kebijakan pemerintah untuk memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) belum sepenuhnya bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Namun setiap masalah pasti ada solusinya. Untuk masalah ini, butuh kepedulian dan kerjasama dari pemerintah pusat dan daerah dengan melakukan sosialisasi ke daerah-daerah terpencil dan masyarakat kurang mampu dalam rangka mengembangkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP), beasiswa untuk anak-anak yang berbakat, membangun sekolah dan lapangan pekerjaan yang layak, dengan harapan bisa membuka peluang untuk masyarakat yang lebih sejahtera, adil dan makmur sehingga pendidikan bisa dinikmati oleh setiap warga Negara Indonesia.
Pendidikan Untuk Hidup Bukan Hidup Untuk Pendidikan oleh STEPHANIE C.K ROMBOT siswi Kelas X SMTK Bethel Jakarta
Stephanie, gadis cerdas yang menulis artikel ini
Profilnya remaja putri ini bisa dilihat pada postingan yang berjudul Mari Kita Belajar Tentang Skala Prioritas dari Stephanie Siswi SMTK Bethel Jakarta

Catatan Admin


1.   Di atas adalah opini seorang anak SMA kelas X di SMTK Bethel Jakarta.
2.   Pandangannya tentang pendidikan tidak diubah sustansi apa pun.
3.   Tulisan ini dibuat sebagai tugas sekolah, sebagaimana diamanatkan oleh kurikulum 2013 tentang literasi nasional. Ini adalah cara kami mendukung program literasi nasional yang diamanatkan dalam kurikulum 2013.
Artikel Berikutnya Next Post
Artikel Sebelumnya Previous Post
Artikel Berikutnya Next Post
Artikel Sebelumnya Previous Post
 

Gratis