Senin, 04 Maret 2019

Rekan guru, Sebelum Bertugas di Pedalaman Fef Papua Barat Siapkan 6 Hal Ini (Catatan reflektif selama bertugas di Fef Papua Barat)

Sebelum mengajar di SMA Kanaan Jakarta tahun 2013 lalu, saya pernah menjadi guru di Fef Papua barat selama 2 tahun, (2010 sampai akhir tahun 2012).

Fef Papua Barat


Perjalanan Lewat Laut

Fef itu salah satu daerah terpencil di Kabupaten Tambrauw Papua Barat. Anda jangan membayangkan mall, sinyal HP pun tidak ada, listrik menjadi barang mahal bagi kami.

Pelita dan api unggun seadanyalah telah menjadi teman paling setia saat saya menyiapkan bahan untuk mengajar.

Untuk mencapai tempat tugas saya (Fef Papua Barat), membutuhkan perjalanan laut kurang lebih 8-9 jam. Mengitari perairan raja ampat dan sekitarnya, kemudian melawan ombak ganas di tepian perairan Sausopor sebelum sampai ke Tambrauw.
Rekan guru, Sebelum Bertugas di Pedalaman Fef Papua Barat Siapkan 6 Hal Ini (Catatan reflektif selama bertugas di Fef Papua Barat)
Perjalanan dari Sorong menuju Sosopor Kab Tambrauw
(foto di ataa kapal) Ave Maria
Mabuk laut karena ganasnya ombak telah menjadi makanan setiap bulan bagi kami, (guru) yang bertugas di daerah itu, sebab tidak ada pilihan lain untuk kami, kecuali mau berenang sampai di sorong.

Setibanya kami di Sausopor apakah tantangannya berhenti?

Perjalanan Lewat Darat

Sama sekali tidak, justru inilah tantangan yang sebenarnya.

12 jam perjalanan darat menggunakan mobil pick up dabel garden, melewati hutan belantara Papua Barat dengan berbagai tantangannya.
Rekan guru, Sebelum Bertugas di Pedalaman Fef Papua Barat Siapkan 6 Hal Ini (Catatan reflektif selama bertugas di Fef Papua Barat)
Persiapan sebelum berangkat, dari Sosopor menuju Fef Kabupaten Tambrauw
(Kaka guru memakai ikat kepala merah) 
Jalanan cadas yang batunya dua kali lipat lebih besar dari kepala manusia dewasa harus kami taklukan.
Saran saya jika anda sedang hamil jangan mengabdi sebab bisa jadi anda akan melahirkan di jalan.
Sekitar 6 jam perjalanan bertemankan batu cadas pun berakhir, tahap selanjutnya kami harus siap memasuki bagian yang paling ekstrim; yakni memasuki daerah yang disebut MEA, area rawa-rawa dengan keberadaan tanah bercampur lumpur sekitar lutut orang dewasa.

Jika cuaca tidak bersahabat (hujan) maka berkemah di jalan harus kami lakukan. Sama sekali tidak ada pilihan, kecuali nekat dan ingin mati.

Memasuki Fef hanya kabut tebal yang menyambut kami dengan hawa dingin yang menusuk tulang, sebab kami berada di daerah pegunungan dengan ketinggian entah berapa kaki dari permukaan laut.

Itulah tempat tugas saya sebelum pindah ke Jakarta.

Kepada guru muda yang mungkin ingin mengabdikan ilmunya di pedalaman Fef Papua Barat.

6 Hal berikut ini perlu anda siapkan, sebelum berangkat.

  1. Fisik dan mental
  2. Ketergantungan kalian
  3. Harus siap jadi apa saja
  4. Sepatu bot, senter, dan parang
  5. Minyak tanah / solar yang cukup
  6. Kreatif
Saya akan bahas satu persatu.

Fisik dan Mental

Soal fisik harus benar-benar prima karena melelahkan sekali perjalanannya. Saya pikir tentang fisik tidak perlu dibahas lagi karena di bagian pengantar sudah saya jelaskan panjang lebar kondisi medan yang sesunggunya.

Bagian ini saya akan menjelaskan soal mental. Tips yang pertama, sekaligus saran yang paling utama. Jika anda tidak memiliki jiwa petualangan, atau panggilan untuk mengabdi di daerah pedalaman mendingan urungkan niat karena pastinya anda tidak betah.

Hanya mereka yang memiliki komitmen tinggi dan mau berkorban saja, yang betah di tempat yang tidak ada sinyalnya sama sekali.

Soal ini saya ingin cerita sedikit kawan,
Saya bertunangan dengan (wanita cantik) yang sekarang jadi istri saya pada tahun 2010 lalu. Kami nyaris tidak menikah karena sinyal yang tidak kunjung tiba.

Istri saya lahir dan besar di Jakarta, kondisi rill Papua tidak diketahunya dengan baik. Keluarganya mengira saya sudah menikah, selingkuh, dan lain sebagainya, itulah tantangan mental bagi kalian guru muda; meninggalkan pacar, keluarga, kesenangan kota, es krim, salon, atau pun game kesukaan kalian.

Apakah anda bisa?

Jika bisa berarti selamat anda seorang pengabdi sejati.

Itu soal mental karena di tempat tugas saya (Fef Papua Barat) hal-hal itu tidak ada. Gelap gulita jika malam, dan siang hanya kabut tebal dan kicauan burung yang didengar.

Ketergantungan Kalian

Bagian ini sebenarnya saya ingin menulis siapkan perlengkapan pribadi yang dibutuhkan. Obat-obatan dan kebutuhan pribadi yang lain. Namun saya ubah menjadi ketergantungan kalian.

Maksudnya jika anda pecandu kopi atau rokok maka sebelum berangkat saran saya beli sebanyak mungkin.

Saat bertugas di Fef, saya adalah pecandu berat kopi hitam dan rokok. Saya pernah mengalami situasi yang disebut kritis karena rokok.

Bulan pertama saat bertugas di Fef saya hanya membeli 3 bungkus rokok .... dan beberapa bungkus kopi .....

Saya mengira di tempat tugas saya (Fef Papua Barat ada kios=warung untuk Jakarta); yang menjual rokok dan kopi. Ternyata tidak sama sekali.

Belajar dari situ maka setiap ada kesempatan untuk ke kota Sorong maka dua hal itu yang saya utamakan, yakni kopi dan rokok.

Mengapa bukan makanan?
Tenang alam telah menyediakan dengan berlimpah rua. Masyarakat pun dengan iklas hati memberikan hasil buruan mereka, hasil alam yang diperoleh, atau pun hasil kebun kepada kalian guru muda, sebab bagi masyarakat Fef Papua Barat, menjaga guru adalah menjaga asa agar menjadi sama dengan daerah lain.
Itu pemikiran orang Fef Papua barat, tetapi tidak dengan rokok atau kopi. Mereka bisa saja memberikan anda uang seratus ribu, tetapi belum tentu mereka memberikan anda sebatang rokok jika tanggal tua menanti.

Oleh karena itu, kepada guru muda yang mungkin tertarik  untuk mengabdikan diri di Fef Papua barat; saran saya beli sebanyak mungkin apa yang menjadi ketergantungan anda.

Misalnya mie instan ya beli sebanyak mungkin, sebab di sana tidak ada warung untuk menjual hal-hal seperti itu.

Notes:

Kalau pun ada itu kerjaan ibu-ibu guru yang menaikan harga sampai setinggi langit kwkwk, Ibu Sitinjak, ibu Sisca, Mam Lusi, sa minta maaf e curhat sadikit boleh to kwkwk, jang marah ee..Sa rindu dengan kalian semua yang ada di Fef....Selalu semangat ya.

Siap Jadi Apa Saja

Maksud saya siap jadi apa saja seperti ini, masyarakat selalu menganggap orang kota, apalagi guru berarti tahu segala-galanya.
Rekan guru, Sebelum Bertugas di Pedalaman Fef Papua Barat Siapkan 6 Hal Ini (Catatan reflektif selama bertugas di Fef Papua Barat)
Kaka guru bersama mama-mama yang bersahaja dan baik hati
di kampung Wayo

Contoh

Saya adalah seorang guru Bahasa Indonesia, pernah diminta untuk memimpin ibadah di gereja, ini tidak menjadi persoalan serius sebab selama kuliah saya pun cukup aktif pada kegiatan gereja.
Pernah ada radio rusak dan saya diminta tolong untuk membenarkannya, “we, ko bawah barang ini ke anak guru dulu, bilang tolong perbaiki bapa pu radio dolo”.

Terjemahan:

Hey bawah radio ini ke pak guru dulu, minta tolong untuk memperbaiki radio bapak yang rusak.

Guru muda sekalian, saya tidak paham dengan sesuatu yang berhubungan dengan elektronik, namun situasi dan kondisi yang mengharuskan saya untuk bisa melakukanya.
Kepadamu guru muda, jika tugas dan panggilan hati menempatkan kalian di pedalaman Fef Papua barat atau daerah lain; Saran saya bekali diri kalian dengan keterampilan di luar dari profesi guru. Sebab situasi dan kondisi tertentu mengharuskan kalian untuk bisa melakukanya demi saudara dan saudari kita di pedalaman.

Apakah ini yang dimaksudkan dengan kreatif?

Nantikan tulisan selanjutnya @bersambung.

Catatan Penting: 

Ide dari tulisan tulisan ini sebelum Jokowi menjadi presiden, jadi apabila ada perubahan mohon disampaikan melalui kolom komentar, sebab saya bertugas di Fef pada tahun 2010 lalu.
Artikel Berikutnya Next Post
Artikel Sebelumnya Previous Post
Artikel Berikutnya Next Post
Artikel Sebelumnya Previous Post
 

Gratis