Kamis, 14 Maret 2019

Tawuran Pelajar Identitas Generasi Zaman Now oleh Lois Manurung Siswa SMTK Bethel Jakarta

Tawuran Pelajar Identitas Generasi Zaman Now oleh Lois Manurung Siswa SMTK Bethel Jakarta
Gambar ilustrasi
Tawuran antar pelajar yang sering kali terjadi di Indonesia merupakan salah satu hal yang tidak asing lagi untuk kita dengar dan kita lihat, khususnya bagi mereka yang berada atau menggeluti dunia pendidikan, seperti guru dan siswa.

Bahkan tak heran tawuran antar pelajar yang sering terjadi di Indonesia, membawa akibat yang sangat besar.

Idealitas

Idealnya tawuran antar pelajar yang sering kali terjadi di Indonesia ini, tidak boleh terjadi.

Mengapa demikian? Aksi tawuran antar pelajar yang sering terjadi tentu diikuti oleh para pelajar dan dilakukan oleh para pelajar, karena itu dinamakan tawuran antar pelajar.

Apabila aksi tawuran ini diikuti oleh masyarakat biasa, yang terdiri dari bermacam-macam profesi tertentu aksi ini tidak dapat dinamakan tawuran antar pelajar. Sebutan “Pelajar” diberikan kepada peserta didik yang mengukuti proses pendidikan dan pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuannya, baik pendidikan secara formal maupun non formal.

Dengan mengikuti pendidikan yang ada, dihaparapkan pelajar mampu menegmbangkan dirinya baik secara emosional, sosial bahasa, intelektual, moral maupun kepribadiannya ke arah yang positif bukan ke arah yang negatif.

Kita tahu bersama bahwa tujuan dari pendidikan adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia sutuhnya, yaitu manusia yang  beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa disiplin dan tangung jawab terhadap bangsa dan negara.

Saya yakin, setiap pelajar tentu tau akan hal tersebut.

Pendidikan terbagi manjadi dua, Pendidikan Formal (sekolah) dan pendidikan non formal (tempat tempat les privat).

Setiap lembaga lembaga pendidikan yang ada baik secara formal dan non formal tentu selalu mengajarkan apa yang baik yang dapat membuat para pelajar memiliki pengetahuan, karakter, dan kerohanian yang baik dan benar.

Tidak ada satu lembaga pendidikan yang mengajarakan atau menginginkan para pelajar untuk memiliki pengetahuan, karakter, dan kerohanian yang buruk, karena kembali ke awal lagi, bahwa tujuan pendidikan secara menyeluruh adalah menjadikan para peserta didik (pelajar) beriman, bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti dan memiliki pengetahuan yang baik dan benar. Dengan ini kita bisa melihat bahwa seharusnya tawuran antar pelajar tidak dapat terjadi. Karena pelajar adalah orang yang ada dalam proses pendidikan.

Faktanya sekarang adalah sekarang tawuran antar pelajar sangat sering terjadi di kalangan para pelajar dan masyarakat.

Tidak diketahui pasti apa yang menjadi penyebab utama terjadinya tawuran pelajar di kalangan para pelajar tanah air. Namun penyebab umum yang menyebabkan terjadinya tawuran antara pelajar adalah kesalahpahaman antara pelajar sekolah satu dengan pelajar sekolah lainnya, yang ditanggapi dengan rasa emosional yang berlebihan sehingga membuat kedua belah pihak tidak mau mengalah dan ingin memeprtahankan pendaptanya masing-masing, sehingga timbullah niat jahat dari para pelajar untuk melukai pelajar dari sekolah lain yang tentunya bukan pelajar dari sekolah sendiri, agar merasa puas.

Ketika pelajar dari sekolah lain mengalami hal yang buruk terjadi bagi dirinnya karena pengaruh pelajar sekolah lain, timbullah rasa ingin balas dendam dengan memberitahukan hal itu kepada seluruh teman-temannya, sehingga terjadilah tawuran antar pelajar.

Melansir dari Liputan6.com tawuran pelajar yang terjadi di Indonesia terus mengalami peningkatan, pada tahun 2014 ada 120 kasus yang terjadi menimbulkan 2 korban jiwa, pada tahun 2015 ada 137 kasus yang terjadi dan menimbulkan 3 korban jiwa, pada tahun 2016 ada 142 kasus mengenai tawuran antar pelajar yang terjadi di seluruh daerah di Indonesia, dan menimbulkan 2 korban jiwa, pada tahun 2017 ada 144 kasus tawuran antar pelajar, yang menimbulkan 1 korban jiwa, sementara pada tahun 2018 tercatat ada 104 kasus tawuran pelajar yang terjadi sampai sekarang, dan ini akan terus bertambah jika tidak segera dilakukan pencegahan.

Tawuran antar pelajar yang terjadi di tanah air ini seakan-akan menunjukkan rendahnya tingkat dan perhatian terhadap pendidikan di Indonesia.

Permasalahan yang timbul dari aksi tawuran antar pelajar ini dapat membuat masyarakat menjadi resah atau tidak nyaman.

Di sisi lain aksi tawuran antar pelajar yang sering terjadi ini, menimbulkan akibat atau resiko yang sangat besar bagi para pelajar yang ikut serta di dalamnya, resiko terbesar bagi pelajar yang mengikuti aksi ini adalah meninggal dunia. Sehingga tak heran setiap kali ada aksi tawuran antar pelajar, selalu ada pelajar yang menjadi korban jiwa dari peristiwa tersebut.

Masalah selanjutnya yang timbul dari aksi in adalah nama sekolah menjadi buruk, sehingga sekolah yang terlibat dalam tawuran antar pelajar, tentu sangat diragukan kualitas pendidikannya, akibatnya para orang tua tidak berani untuk mendaftarkan anak mereka ke sekolah tersebut.

Solusi

Solusinya adalah tentu pemerintah khususunya yang bergerak dalam bidang pendidikan haruslah memperhatikan hal ini, aksi tawuran antar pelajar tidak dapat diabaikan begitu saja, tidak bisa di biarkan begitu saja, harus ada tindakan langsung yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi hal ini.

Salah satu tindakan langsung pemerintah untuk mengatasi hal ini adalah dengan cara mengadakan sosialisai langsung ke sekolah-sekolah yang ada mengenai dampak buruk aksi tawuran antar pelajar, agar para pelajar lebih menegrti dan memahami mengenai tawuran antar pelajar, beserta dampaknya.

Lembaga-lembaga pendidikan yang ada salah satunya sekolah tentu bertanggung jawab terhadap hal ini, sekolah-sekolah yang ada tentu harus memperhatikan kualitas pendidikan yang ada, sekolah-sekolah yang ada tentu harus menerapkan pendidikan yang baik yang dapat mengubah pengetahuan, moral, dan spiritual para pelajar ke arah yang lebih baik.

Sekolah juga dapat mengadakan beberpa kegiatan yang bertujuan untuk memberikan kebebasan bagi para pelajar untuk mengembangkan potensi dan kemampuan mereka masing-masing, seperti kegiatan lomba, kerja bakti bersama, bakti sosial, study tour, dan kegiatan membangun lainnya.

Dengan ini para pelajar tentu tidak merasa jenuh ketika berada di sekolah, dan menghindari mereka untuk melakukan hal-hal yang negatif yang memicu terjadinya tawuran.

Karena para siswa merasa ada sesuatu hal yang membuat diri mereka mengalami perkembangan  dibanding melakukan sesuatu yang tak berguna yang dapat memicu terjadinya tawuran antar pelajar.

-Lois Manurung-
Artikel Berikutnya Next Post
Artikel Sebelumnya Previous Post
Artikel Berikutnya Next Post
Artikel Sebelumnya Previous Post
 

Gratis